Kasus Covid-19 di Korea Utara

Kasus Covid-19 di Korea Utara dari Nol Menjadi 1,7 Juta, Bagaimana Bisa?

Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Korea Utara memang sangat mengejutkan. Padahal, baru pekan lalu pemerintah negara tersebut mengklaim bebas dari kasus virus Corona. Tapi dalam sekejap, lonjakan kasus terjadi hingga mencapai 1,7 juta kasus. Bagaimana bisa?

Berdasarkan data dari Worldometer, diketahui kalau kasus positif Covid-19 di Korea Utara mencapai 1,9 juta kasus hingga hari ini (Kamis, 19/5/2022) pukul 03:48 GMT. Jumlah pasien yang sembuh mencapai 1,2  juta orang, sedangkan yang meninggal tercatat 63 orang.

Dilansir dari AFP, Korea Utara mencatat adanya peningkatan kasus Covid-19 menjadi sebanyak 232.880 kasus. Dalam hal ini, pemerintah Korea Utara terus mengawasi dan mencatat peningkatan kasus yang terjadi.

Karantina yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara menjadikan permintaan obat-obatan di negara tersebut sangat tinggi. Obat demam dan menggigil menjadi barang langka. Bahkan, obat herbal yang sama sekali tidak berkaitan dengan virus corona turut mengalami lonjakan.

WHO Prihatin dengan Lonjakan Kasus Covid-19 di Korea Utara

Menyikapi peningkatan kasus Covid-19 di Korea Utara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinannya. Sebab, penduduk di negara tersebut belum menerima vaksinasi Covid-19 sama sekali, sehingga tingkat infeksi yang ada sangat tinggi.

Selain tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19, banyak dari warga Korea Utara yang memiliki kondisi mendasar yang semakin meningkatkan risiko penyakit parah dan kematian. Apalagi, sistem perawatan kesehatan di negara tersebut sangat tidak memadai, bahkan termasuk salah satu yang terburuk di dunia.

Fasilitas kesehatan yang kurang lengkap di Korea Utara, baik dari segi unit perawatan intensif serta tidak adanya obat untuk perawatan Covid-19 atau kemampuan pengujian massal, menjadikan tingkat kekhawatiran terkait kasus virus Corona di negara tersebut semakin besar.

đŸ‘‰TRENDING:  Libur Sekolah Diperpanjang, Inilah Alasan dan Jadwal Masuk Kembali

Berpotensi Memicu Munculnya Varian Baru

Dilansir dari Forbes, virus Covid-19 yang melanda Korea Utara merupakan varian Omicron BA.2. Kasusnya pertama kali ditemukan di Pyongyang, Ibu Kota Korea Utara. Banyak pihak yang mengkhawatirkan kasus Corona di negara tersebut memicu munculnya varian baru.

Dicky Budiman yang merupakan Epidemiolog dari Griffith University Australia menyebutkan adanya potensi kemunculan subvarian baru yang dipicu oleh kasus Covid-19 di Korea Utara. Sebab, virus yang bersirkulasi dengan bebas dan mudah menginfeksi rentan untuk bermutasi dan menghasilkan varian baru.

Dicky Budiman juga menjelaskan bahwa Korea Utara merupakan negara yang rawan terkena wabah. Penyebabnya karena Korea Utara sangat tertutup dan tidak menyediakan transparansi data terkait Covid-19.

Berbicara tentang respons wabah, berarti berbicara tentang transparansi data. Sedangkan berbicara tentang transparansi data, berarti berbicara tentang bagaimana sistem kesehatan yang ada dalam mendeteksi dan berkolaborasi secara global.

Sampai saat ini pemerintah Korea Utara belum memberikan informasi pasti terkait rincian kasus Covid-19 yang melanda negara tersebut, termasuk angka kematian pada pasien yang hasil pemeriksaannya menunjukkan positif virus corona.

Vaksinasi yang Rendah

Selain tidak bersifat transparansi data, pemerintah Korea Utara juga tidak menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 bagi warga negaranya. Hal ini juga yang memicu lonjakan tinggi kasus Covid-19 di negara tersebut.

Lonjakan yang terjadi juga dipicu oleh keterbatasan fasilitas uji Covid-19 dan fasilitas medis yang kurang memadai. Pada akhirnya, hal tersebut akan berdampak pada kondisi Covid-19 di dunia dan semakin memperburuk kondisinya.

Kondisinya sangat fatal, karena angka kematian sangatlah tinggi. Pada akhirnya, hal tersebut akan merugikan dunia. Sebab, seketat apapun isolasi yang diterapkan oleh sebuah negara, bukanlah merupakan jaminan karena virus tidak mengenal batasan.

đŸ‘‰TRENDING:  Sebutkan Nama Negara Yang Berbahasa Spanyol

Daftar Baca Cepat